"Satu kebohongan menyelamatkan nyawanya. Satu pernikahan mengikat takdir mereka. Namun di kerajaan ini, tidak ada sumpah yang tidak bernoda darah."
Tiga orang terkasih gugur di garis depan, dan duka di Kerajaan Aethelgard berubah menjadi neraka. Ketika ibunya kehilangan akal sehat dan negerinya di ujung tanduk, Putri Rhea mengambil keputusan tergila dalam hidupnya: menyusup ke wilayah musuh, Kerajaan Drakavia.
Namun, alih-alih membawa pulang kedamaian, Rhea justru berakhir di dalam sel tahanan bawah tanah—menunggu eksekusi mati di tangan raja musuh yang haus darah.
Satu-satunya orang yang menghalangi pedang di leher Rhea adalah Cedric, Pangeran Kedua Drakavia. Berpacu dengan waktu dan dipojokkan oleh kakak kandungnya yang licik, Cedric nekat melontarkan satu kebohongan besar di depan Takhta Musuh:
"Dia bukan penyusup. Dia kekasihku."
Demi menghentikan pertumpahan darah, sebuah pernikahan politik yang berbahaya diikrarkan. Rhea bertaruh pada lelaki yang tak pernah ia kenal, sementara Cedric bertaruh pada perempuan yang hatinya masih terikat pada bayang-bayang pria yang sudah mati.
Di tengah intrik istana yang mematikan, racun pengkhianatan, dan pertempuran strategi tanpa senjata—bisakah janji yang diikat di atas abu perang ini bertahan? Ataukah salah satu dari mereka yang justru akan hancur lebih dulu?
+ Baca lebih banyak
Chapter
BAB 1. Mahkota dari Abu dan Dendam
BAB 2. Bilah Pedang di Leher Sang Putri
BAB 3. Aliansi dari Abu Kekalahan
BAB 4. Bayang-Bayang Sang Serigala
BAB 5. Cengkeraman Serigala
BAB 6. Benang Merah
BAB 7. Catur Berdarah
BAB 8. Takdir yang Dituang
BAB 9. Tiang Eksekusi
BAB 10. Permainan Serigala dan Seruni
BAB 11. Perjanjian Baru
BAB 12. Kembalinya Sang Putri Mahkota
BAB 13. Bayangan yang Merayap
BAB 14. Bilah Dendam
BAB 15. Sisa-Sisa Bayangan Malam
BAB 16. Di Antara Benci dan Mahkota
BAB 17. Takhta yang Retak
BAB 18. Mahkota dan Dendam
BAB 19. Simpul Abadi Dua Bangsa
BAB 20. Ikatan Asmara
BAB 21. Perjanjian Damai Abadi
BAB 22. Mekar dan Gugurnya Bunga Seruni
BAB 23. Taktik Licik Serigala
BAB 24. Boneka Serigala
BAB 25. Embun di Atas Tahta Perak
BAB 26. Menyulam Fajar
BAB 27. Benih Drakavia dan Aethelgard
BAB 28. Isyarat yang Tersembunyi
BAB 29. Benih yang Mulai Berikrar
BAB 30. Kehidupan Baru
BAB 31. Undangan dari Drakavia
BAB 32. Gertakan Para Serigala
BAB 33. Jamuan dengan Racun Terselubung
BAB 34. Pukulan Seruni untuk Serigala
BAB 35. Batas Daya Sang Ratu
BAB 36. Gelombang di Tengah Perjalanan
BAB 37. Menyadari Perubahan
BAB 38. Benteng Pelindung
BAB 39. Ancaman dari Takhta Baru
BAB 40. Raja Baru Drakavia
BAB 41. Sang Monster
BAB 42. Darah, Dosa, dan Keputusasaan
BAB 43. Mahkota untuk Pangeran
BAB 44. Provokasi di Mulai
BAB 45. Pemilik Hati Sang Ratu
BAB 46. Garis Batas yang Dipertaruhkan
BAB 47. Sebuah Transformasi
BAB 48. Pertemuan Rahasia
BAB 49. Penyusupan Sang Ratu
BAB 50. Perangkap Serigala
BAB 51. Ketakutan Sang Ratu
BAB 52. Malam Bulan Mati
BAB 53. Runtuhnya Sang Raja Serigala
BAB 54. Dua Serigala Bertarung
BAB 55. Di Sisi Sang Raja
BAB 56. Takhta Tanpa Raja
BAB 57. Pundak Sang Ratu
BAB 58. Kehangatan Perlindungan
BAB 59. Kembali Bersama
BAB 60. Kembali Berdiri
BAB 61. Hari itu Kembali
BAB 62. Menanti Kehadiranmu
BAB 63. Lahirnya Sang Pewaris Takhta
BAB 64. Usulan Unifikasi
BAB 65. Bersatunya Dua Mahkota
BAB 66. Pesta Persatuan Dua Tanah [END]
Harga
Rp 0 - Rp 1.500
Detail Tulisan
Penulis
Camesa
Bahasa
-
Genre
-
An Oath Written in Ash
Deskripsi
"Satu kebohongan menyelamatkan nyawanya. Satu pernikahan mengikat takdir mereka. Namun di kerajaan ini, tidak ada sumpah yang tidak bernoda darah."
Tiga orang terkasih gugur di garis depan, dan duka di Kerajaan Aethelgard berubah menjadi neraka. Ketika ibunya kehilangan akal sehat dan negerinya di ujung tanduk, Putri Rhea mengambil keputusan tergila dalam hidupnya: menyusup ke wilayah musuh, Kerajaan Drakavia.
Namun, alih-alih membawa pulang kedamaian, Rhea justru berakhir di dalam sel tahanan bawah tanah—menunggu eksekusi mati di tangan raja musuh yang haus darah.
Satu-satunya orang yang menghalangi pedang di leher Rhea adalah Cedric, Pangeran Kedua Drakavia. Berpacu dengan waktu dan dipojokkan oleh kakak kandungnya yang licik, Cedric nekat melontarkan satu kebohongan besar di depan Takhta Musuh:
"Dia bukan penyusup. Dia kekasihku."
Demi menghentikan pertumpahan darah, sebuah pernikahan politik yang berbahaya diikrarkan. Rhea bertaruh pada lelaki yang tak pernah ia kenal, sementara Cedric bertaruh pada perempuan yang hatinya masih terikat pada bayang-bayang pria yang sudah mati.
Di tengah intrik istana yang mematikan, racun pengkhianatan, dan pertempuran strategi tanpa senjata—bisakah janji yang diikat di atas abu perang ini bertahan? Ataukah salah satu dari mereka yang justru akan hancur lebih dulu?